Tapanuli Tengah

Kades Sipakpahi: Soal Bantuan, Keluarga Solhot Silaban tak Pernah ke Rumah Saya

200
×

Kades Sipakpahi: Soal Bantuan, Keluarga Solhot Silaban tak Pernah ke Rumah Saya

Sebarkan artikel ini

WARTATERKINI.ID | TAPTENG – Viral di media sosial Facebook, berita haru dari pasangan lansia dari ujung desa Sipakpahi, Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengaku luput dari perhatian pemerintah setempat.

Solhot Silaban (64) tinggal bersama istrinya, Rosmian Marbun, yang setia menemani dirinya yang tinggal di rumah berukuran 3×5 meter, berdinding papan berlantai semen.

Sebagai buruh tani di kebun pisang yang bukan miliknya. Meski mendapatkan upah sangat minim, dirinya merasa lega masih diberikan pekerjaan oleh warga desa. Setidaknya ekonomi yang dicukup-cukupkan

Rosmian menyampaikan, perasaan sedih mulai bergejolak apabila mereka mendengar warga lain berbondong-bondong ke balai desa menjemput bantuan sosial sesuai undangan dari pemerintah desa.

Miris sekali pasangan pasutri ini, jangankan BLT, bantuan susu lansia program dari dana desa juga mereka belum pernah sentuh.

“Jangankan terima bantuan beras, susu lansia pun tak pernah kami rasakan,” kata Rosmian dengan mata berkaca-kaca.

Kondisi ekonomi yang semrawut membuat pasangan renta ini berharap agar pemerintah dapat memperhatikan keluarga pra sejahtera seperti mereka.

“Kami hanya petani pisang, sedikit bantuan saja sudah bisa sangat membantu perekonomian kami,” harap Solhot.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Desa Sipakpahi Pasaribu Tobing, Odor Maria Marbun menjawab, bahwa Solhot dan Rosmian tidak pernah melapor ke pemerintah setempat.

“Mereka pindahan dari Pekanbaru dan belum pernah melapor ke saya. Dan tidak pernah mau bicara dan datang ke rumah saya. Mereka pun mengurus pindah ke desa Sipakpahi mengurus langsung ke Capil dan tidak melapor ke saya,” katanya kepada awak media, Senin (3/2/2025) pagi.

Kades Odor meminta awak media tidak memperpanjang berita ini karena dianggap memberikan dampak buruk terhadap citranya sebagai Kepala Desa.

“Sebelumnya ibu dapat nomor kontak saya dari mana ya?. Boleh dikirim ke kita sebelumnya?. Saya rasa ini tidak perlu di perpanjang lagi,” ucapnya kepada wartawati yg mengkonfirmasi langsung, Senin (3/2/2025).

Menurutnya, jika pasutri ini sengaja pindah dari Pekanbaru ke desa tersebut hanya untuk merusak pemerintahannya.

“Karena ini semua unsur sakit hati mereka tidak setuju saya jadi kepala Desa, sehingga mereka pindah dari Pekanbaru untuk merusak pemerintah saya di Desa sipakpahi,” ujarnya.

“Saya rasa masih banyak lagi warga kita yang lebih layak dibantu dibandingkan orang tersebut karena saya tau betul watak dan tingkah lakunya,” timpalnya.

Penulis : Benny

Editor : Ray

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *