Tapanuli Tengah

Bupati Tapteng Resmikan Awal Pembangunan Huntap Lubuk Ampolu

453
×

Bupati Tapteng Resmikan Awal Pembangunan Huntap Lubuk Ampolu

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu lakukan peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap Terpadu bagi masyarakat korban bencana alam, di Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Tapteng, Rabu (3/6/26).

Acara diawali dengan ibadah pemberkatan yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi kepada Caritas Indonesia dan Keuskupan Sibolga yang telah menginisiasi program kemanusiaan ini.

“Atas nama Pemerintah Tapanuli Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, serta seluruh pihak yang berpartisipasi sejak proses penyiapan lahan hingga mulainya pembangunan hunian tetap ini,” ujar Masinton.

Masinton menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi keimanan dan wujud nyata kepedulian antarsesama. Sebagai bentuk komitmen gotong royong, Pemkab Tapteng memastikan akan mengawal seluruh proses legalitas lahan serta memfasilitasi kebutuhan infrastruktur pendukung.

“Pemerintah akan menyiapkan legalitas lahan dan pemenuhan fasilitas Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), termasuk jaringan listrik dan air bersih. Caritas Indonesia tidak hanya membangun Huntap di Desa Lubuk Ampolu, tetapi juga di wilayah Pasaribu Tobing dan Tukka,” ujar Masinton.

Sambungnya, selain bantuan air bersih yang sudah disalurkan sebelumnya. Semoga pembangunan ini cepat selesai agar para penerima manfaat bisa segera menempatinya.

Sementara itu Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, dalam pemberkatannya mendoakan agar seluruh proses pembangunan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

“Semoga Tuhan memberkati pekerjaan pembangunan rumah hunian tetap bagi saudara-saudari kita yang terkena dampak musibah bencana alam pada 25 November 2025 lalu,” ungkap Mgr. Fransiskus.

Sementara itu, Direktur Program EA 23/2025 Sibolga, Pastor Walter Manurung, menjelaskan program ini merupakan bukti nyata bahwa gereja dan pemerintah terus bergerak mendampingi korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.

“Pembangunan 36 unit hunian tetap di lokasi ini adalah bukti koordinasi yang solid antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Tapanuli Tengah. Kita terus menjunjung tinggi semangat kemanusiaan demi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Pastor Walter.

Rasa haru dan syukur disampaikan oleh Adrianus Laoly, salah seorang perwakilan warga penerima manfaat asal Pagaran Honas dan Lubuk Ampolu. Ia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, dan jajaran Pemkab Tapteng.

“Ini adalah kerinduan besar kami. Terima kasih atas rumah yang diberikan juga kepada Pemerintah yang terus mendampingi kami sejak masa sulit pasca-bencana. Setelah kami menempati rumah ini nantinya, kami tetap mengharapkan bimbingan dan pendampingan dari Pemerintah agar kehidupan ekonomi dan sosial kami bisa kembali membaik,” ucap Adrianus.

Kegiatan peletakan batu pertama ini menandai dimulainya babak baru pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah, yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *