WARTATERKINI.ID – TAPANULI TENGAH — Sampai kini penanganan darurat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memasuki hari ke-13 dengan situasi yang masih darurat.
Berdasarkan laporan resmi Posko Tanggap Darurat hingga Senin (8/12/2025), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 110 jiwa, sementara 93 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Jumlah pengungsi juga meningkat menjadi 18.331 jiwa yang tersebar di berbagai titik pengungsian di 20 kecamatan terdampak. Stok logistik di posko induk hanya mencukupi untuk tiga hari, sehingga kebutuhan pasokan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar masih sangat mendesak.
*Kondisi Suplai Kebutuhan Dasar*
BBM: Distribusi relatif lancar dan mencukupi kebutuhan operasional penanganan bencana.
LPG: Suplai masih terbatas, terutama di wilayah dengan akses jalan yang belum pulih.
Air bersih: Persediaan minim; distribusi bergantung pada armada tangki air yang beroperasi bergiliran.
Komunikasi: Perlahan membaik setelah sejumlah titik jaringan berhasil dipulihkan.
Listrik: Mulai normal secara bertahap, namun beberapa jaringan yang tertimpa material longsor masih mengalami pemadaman.
Pemerintah daerah bersama PLN, provider telekomunikasi, dan instansi terkait terus melakukan perbaikan di titik-titik kritis agar layanan dasar kembali stabil.
*19 Desa Masih Terisolasi*
Sebanyak 19 desa/kelurahan atau sekitar 10,3% wilayah administratif Tapteng masih terisolasi akibat jalan tertutup longsor, jembatan rusak, hingga medan ekstrem.
Wilayah yang masih terisolasi meliputi:
Kecamatan Kolang: Simarpinggan, Pargaringan
Kecamatan Lumut: Sialogo
Kecamatan Pinangsori: Panjalihotan Baru, Danau Pandan
Kecamatan Sibabangun: Muara Sibuntuon, Sibio-Bio
Kecamatan Sitahuis: Bonandolok, Made, Naga Timbul, Rampah, Simaninggir, Nauli
Kecamatan Tapian Nauli: Aloban Bair, Mela Dolok
Kecamatan Tukka: Tapian Nauli Saurmanggita, Sait Kalangan II, Hutanabolon, Sipange
Tim gabungan TNI/Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan terus membuka akses menuju wilayah-wilayah ini menggunakan alat berat yang telah ditempatkan di beberapa titik prioritas.
*Akses Antar-Kabupaten*
Tapteng – Subulussalam (Aceh): Normal dan dapat dilalui kendaraan.
Tapteng – Tapanuli Utara: Masih tertutup longsor dan dalam proses pengerjaan.
Tapteng – Tapanuli Selatan: Berfungsi terbatas, hanya bisa dilalui kendaraan kecil.
Pemerintah Kabupaten Tapteng kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang masih tinggi dan potensi bencana susulan di sejumlah titik rawan.(Setiawan)












