Tapanuli Tengah

Bupati Tapteng Lantik 71 Kepala Sekolah

1115
×

Bupati Tapteng Lantik 71 Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu resmi melantik dan mengambil sumpah janji penugasan terhadap 71 guru fungsional sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pelantikan itu dilakukan dengan cara sederhana tapi penuh dengan hikmat di lapangan SMPN 1 Sorkam Barat, pada Jumat (10/11/26). Dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 530/BKPSDM/2026.

Bupati Masinton dalam amanatnya menegaskan pelantikan ini bukan sekadar penyerahan Surat Keputusan (SK) atau pemenuhan jabatan administratif semata.

“Jabatan kepala sekolah merupakan amanah kepemimpinan besar yang menuntut integritas, keteladanan, dedikasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan demi kemajuan pendidikan,” kata Masinton.

Masinton juga meminta seluruh kepala sekolah meninggalkan pola kerja lama dan mulai menghadirkan inovasi baru.

Bupati menggarisbawahi pembentukan karakter dan moral (adab) peserta didik merupakan tugas utama seorang kepala sekolah.

Ilmu pengetahuan yang tinggi akan kehilangan arah jika tidak dibarengi dengan fondasi karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Ditambahkannya, nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta budaya lokal Sahata Saoloan harus ditanamkan secara konsisten di lingkungan sekolah.

Menghadapi era disrupsi teknologi yang berkembang sangat cepat sambung Bupati, agar kepala sekolah dituntut untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif.

“Para guru terus meningkatkan kompetensi dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Setiap ruang kelas harus bertransformasi menjadi tempat belajar yang menyenangkan serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam hak pendidikan,” katanya.

Sektor kebersihan lingkungan sekolah mendapat perhatian khusus dari Bupati, yang menargetkan seluruh sekolah menjadi bersih, hijau, sehat, dan nyaman dalam 100 hari ke depan.

“Terlebih sebagai daerah rawan bencana, anak-anak sejak dini harus dikenalkan pada pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. Kebersihan seluruh fasilitas, termasuk toilet sekolah, dinilai mencerminkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah tersebut,” tambahnya.

Untuk mendorong budaya bersih ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengadakan Lomba Sekolah Bersih dengan berbagai penghargaan menarik.

Bupati juga mengajak pihak sekolah memperbanyak penghijauan lewat penanaman pohon dan pembuatan taman. Gerakan ini diharapkan melibatkan kolaborasi aktif dari guru, peserta didik, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar.

Terkait aspek tata kelola keuangan, Bupati memberikan peringatan keras agar tidak ada penyalahgunaan wewenang maupun praktik pungutan liar.

“Segala bentuk pemotongan anggaran atau pungutan yang mengatasnamakan kepala daerah atau pejabat dipastikan sudah berakhir. Para kepala sekolah diminta menjadi pemimpin yang tulus melayani, ramah, terbuka, serta mampu memberikan energi positif,” terangnya.

Secara khusus, Bupati menginstruksikan agar Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola secara otonom, transparan, dan bertanggung jawab. Dana tersebut harus sepenuhnya dialokasikan untuk merawat fasilitas sekolah, menjaga kebersihan, serta melengkapi sarana belajar siswa.

Masinton Pasaribu berkomitmen untuk menghentikan praktik pemotongan Dana BOS yang kerap menghambat pembangunan fisik sekolah.

Sebagai langkah konkret, Bupati menetapkan target capaian yang wajib dituangkan dalam Rencana Aksi 100 Hari Pertama oleh masing-masing kepala sekolah.

Target tersebut meliputi pelaksanaan Gerakan Membaca 15 Menit sebelum jam pelajaran untuk meningkatkan literasi, serta perwujudan sekolah ramah anak yang aman dari perundungan (bullying), kekerasan, maupun tindakan diskriminasi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *