Tapanuli Tengah

Direktur RSUD Pandan Optimistis SIMRS Rampung Akhir Tahun, Layanan Digital Permudah Pasien

623
×

Direktur RSUD Pandan Optimistis SIMRS Rampung Akhir Tahun, Layanan Digital Permudah Pasien

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Direktur RSUD Pandan, dr. Janri Nababan, optimistis pengembangan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang tengah dilakukan akan selesai pada akhir tahun 2026.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan membangun sistem, melainkan mengubah pola kerja sumber daya manusia agar seluruh pelayanan berbasis digital.

“Saya perkirakan, akhir tahun ini sistem informasi manajemen rumah sakit sudah selesai. Yang paling sulit sebenarnya bukan membangun sistemnya, tapi mengubah karakter dan kebiasaan SDM, karena sistem ini dijalankan oleh manusia,” ujar dr. Janri, Sabtu (11/7/26).

Ia menjelaskan, seluruh pelayanan di RSUD Pandan secara bertahap akan terintegrasi secara elektronik. Setiap pengaduan antarunit nantinya dilakukan melalui aplikasi sehingga seluruh proses dapat dipantau secara real time melalui dashboard manajemen.

“Misalnya ada keluhan kerusakan kamar mandi, semua akan diinput ke sistem. Terlihat kapan keluhan masuk, kapan ditindaklanjuti, hingga selesai. Saya cukup memantau dari dashboard tanpa harus mendatangi setiap unit,” jelasnya.

Melalui dashboard tersebut, pihak manajemen juga dapat memonitor data operasional rumah sakit, mulai dari jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap hingga kondisi keuangan rumah sakit secara langsung.

*Pengolahan sampah modern*

Selain digitalisasi pelayanan, RSUD Pandan juga tengah mengembangkan konsep Green Hospital. Salah satunya melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dengan pemilahan limbah B3, organik, dan nonorganik.

“Setiap sampah nantinya akan terdata melalui aplikasi. Jika ada limbah medis yang salah masuk ke limbah umum, sistem akan langsung mendeteksi asal ruangan sehingga lebih mudah dilakukan evaluasi,” katanya.

*Sistem baru lebih mandiri*

Dr. Janri menjelaskan, pengembangan SIMRS dilakukan bersama vendor baru setelah kontrak dengan vendor lama berakhir. Menurutnya, sistem sebelumnya memiliki keterbatasan karena rumah sakit tidak diberikan akses terhadap source code sehingga setiap pengembangan harus bergantung kepada vendor lama.

“Kami memilih vendor baru karena source code menjadi milik rumah sakit. Kami diberikan akses penuh, pendampingan, dan nantinya pengembangan bisa dilakukan sendiri tanpa harus bergantung lagi kepada vendor,” ujarnya.

*Sistem mempercepat antrian di pendaftaran*

Melalui sistem baru tersebut, proses pelayanan pasien juga akan dipercepat. Mulai dari pendaftaran, antrean poli, hingga rekam medis elektronik akan terintegrasi. Dokter bahkan dapat mengisi catatan perkembangan pasien secara daring melalui akun khusus tanpa harus selalu berada di rumah sakit.

Ke depan, pasien juga dapat memantau nomor antrean secara digital sebelum datang ke rumah sakit sehingga tidak terjadi penumpukan di ruang pendaftaran. Hasil pemeriksaan laboratorium pun direncanakan akan dikirim secara elektronik dalam bentuk PDF melalui aplikasi pesan.

*Pihak management RSUD Pandan minta maaf migrasi sistem*

dr Janri menambahkan, Ia mengakui proses migrasi sistem sempat menimbulkan gangguan pelayanan selama sekitar tiga minggu terakhir. Namun kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari proses adaptasi menuju sistem yang lebih baik.

“Kalau sekarang terjadi turbulensi, itu memang sudah kami perkirakan karena proses migrasi membutuhkan waktu. Kami mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama hampir tiga minggu ini,” katanya.

Menurutnya, integrasi dengan layanan Mobile JKN kini juga telah berjalan sehingga waktu tunggu pasien sudah dapat dipantau secara digital.

“Kami yakin ke depan pelayanan akan jauh lebih cepat, lebih singkat, dan lebih mudah bagi masyarakat. Harapan kami, transformasi digital ini memberikan dampak bagi pelayanan kesehatan masyarakat Tapanuli Tengah,” timpal dr. Janri.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *