Tapanuli Tengah

Bupati Tapteng Temui Warga Saat Unjuk Rasa Soal Jaminan Hidup

589
×

Bupati Tapteng Temui Warga Saat Unjuk Rasa Soal Jaminan Hidup

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id | Masyarakat Tapanuli Tengah gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah. Mereka menuntut kejelasan pencairan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang hingga kini untuk Tahap kedua belum terealisasi, Rabu (17/6/28) siang.

Atas demo itu Bupati Tapanuli Tengah Masinton menemui warga yang menyampaikan aspirasi terkait Bantuan Jaminan Hidup Korban Bencana Alam di wilayah Tapanuli Tengah.

Dalam arahannya, Bupati Masinton menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan proses penyaluran bantuan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kendala tersebut sama sekali tidak didasari oleh kesengajaan.

“Kami sampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini, dan perlu diketahui keterlambatan ini bukan karena sengaja. Sejak awal bencana, pendataan telah dilakukan secara transparan dengan memprioritaskan korban yang paling terdampak,” ujar Masinton.

Bupati menjelaskan, kendala teknis muncul saat proses sinkronisasi data terdapat data yang tidak sesuai dengan sistem, sehingga belum dapat diterima. Pemerintah Kabupaten harus memastikan data yang diajukan memenuhi Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan oleh Kementerian, khususnya terkait kriteria By Name By Address (BNBA).

Masinton menekankan komitmennya terhadap transparansi. Ia memastikan bahwa mulai dari masa tanggap darurat hingga masa transisi pemulihan, seluruh bantuan dan penggunaan dana senantiasa dilaporkan serta diawasi ketat oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Pusat.

“Saya sudah mewanti-wanti dan menekankan kepada OPD untuk tidak melakukan penyelewengan terhadap hak masyarakat. Tidak ada unsur politik maupun kepentingan pribadi di sini. Saya ingin agar masyarakat secepatnya terbantu,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Tapanuli Tengah saat ini terus melakukan penyisiran terhadap masyarakat yang belum terdata agar tidak ada warga yang kehilangan haknya.

“Kita terus melakukan penyisiran bagi masyarakat yang belum terdata. Kami ingin proses ini cepat terlaksana agar masyarakat segera terbantu dan Kabupaten Tapanuli Tengah bisa segera pulih kembali,” pungkas Bupati Masinton.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *