Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Sebagai wujud komitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan memperkenalkan dunia industri ketenagalistrikan kepada generasi muda, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Labuhan Angin menggelar program PLN Mengajar di SMK Negeri 1 Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Dasar-Dasar PLTU dan Pengenalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)” ini diikuti para siswa dan guru SMKN 1 Tapian Nauli. Melalui program tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai proses pembangkitan listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan industri.
Officer CSR dan Humas PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin, S. Kevin Siallagan, mengatakan kegiatan PLN Mengajar merupakan bagian dari upaya perusahaan menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri.
Menurutnya, siswa sekolah kejuruan perlu dipersiapkan sejak dini agar memiliki kompetensi dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para siswa agar mereka memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai industri ketenagalistrikan, khususnya PLTU, sekaligus memahami pentingnya budaya keselamatan kerja dalam setiap aktivitas,” ujarnya.
Kepala SMKN 1 Tapian Nauli, Leonardo Sitorus, menyampaikan apresiasi atas kehadiran PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin yang telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari praktisi industri.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan peserta didik sekaligus memperkuat keterkaitan antara materi pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami menyambut baik program PLN Mengajar ini karena memberikan pengalaman dan pengetahuan yang relevan bagi siswa. Semoga kerja sama antara sekolah dan PLN Indonesia Power dapat terus terjalin demi mendukung pengembangan kompetensi peserta didik,” ungkapnya, Senin (8/6/2026).
Pada sesi utama, materi disampaikan oleh Walesa Miduk Jayanto. Ia menjelaskan konsep dasar operasional PLTU, mulai dari proses konversi energi hingga menghasilkan listrik yang disalurkan kepada masyarakat.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar K3, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), identifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja, serta pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas industri.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang disambut antusias para siswa. Berbagai pertanyaan terkait teknologi pembangkitan listrik, peluang karier di sektor ketenagalistrikan, hingga penerapan K3 di lingkungan kerja menjadi topik diskusi yang menarik perhatian peserta.
Melalui program PLN Mengajar, PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor energi dan ketenagalistrikan, sekaligus membangun pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya keselamatan kerja sebagai fondasi utama dalam dunia industri.(red)












