Tapanuli Tengah

Proyek Miliar Rupiah! Warga Sebut Pengerjaan Tanggul Oleh PT WIKA Terkesan Lambat

523
×

Proyek Miliar Rupiah! Warga Sebut Pengerjaan Tanggul Oleh PT WIKA Terkesan Lambat

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Banjir kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Air sungai meluap dan melimpah melewati tanggul yang masih dalam tahap pembangunan, sehingga kembali menggenangi rumah-rumah warga.

Suasana panik pun tak terhindarkan. Teriakan meminta pertolongan terdengar saat air mulai memasuki permukiman.
“Ya Allah, tolong kami, air sudah naik,” teriak salah seorang warga di lokasi saat itu.

Banjir susulan itu kembali membangkitkan trauma masyarakat yang sebelumnya menjadi korban banjir bandang. Sejumlah harta benda warga kembali terdampak akibat luapan air.

Di tengah kondisi tersebut, warga mendesak agar proyek pembangunan tanggul segera diselesaikan. Menurut mereka, pekerjaan proyek bernilai puluhan miliar rupiah yang dikerjakan PT Wijaya Karya (WIKA) terkesan berjalan lambat.

Salah seorang warga, Jhon Sinaga (41), yang sehari-hari bekerja sebagai kuli pengumpul batu di sungai, mengaku telah lama melihat aktivitas pengerjaan proyek tersebut.

“Soalnya sudah lama sekali orang ini bekerja di sini saya lihat,” ujar Jhon.

Ia mengaku setiap kali banjir datang, dirinya bersama keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi demi menyelamatkan diri.

Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang ketiga kalinya melanda kawasan Hutanabolon setelah bencana besar sebelumnya.

Air yang datang dari kawasan perbukitan menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap.

“Harapan kami kepada Pemerintah Daerah dan Pusat, pembangunan tanggul ini segera diselesaikan. Kami tidak mau lagi kejadian seperti ini terus berulang menghantam kami,” pintanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga telah meninjau lokasi pembangunan tanggul di Kecamatan Tukka pada Mei 2026 agar segera dikebut.

Bobby meminta agar dipercepat mengingat tingginya risiko banjir di kawasan itu.

Sementara itu, Penanggung Jawab Lapangan PT WIKA, Adi Suhendri, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan pihaknya tidak berwenang memberikan penjelasan mengenai proses pelaksanaan proyek dan meminta agar hal tersebut ditanyakan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II.

Terkait banjir susulan yang terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026, Adi menjelaskan bahwa curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan debit air dari hulu, baik Aek Harse maupun Aek Sigalagala, meningkat secara signifikan.

“Sehingga air sungai melimpah dari tanggul yang ada karena besarnya debit air yang datang. Bisa dibilang ini adalah banjir yang hampir serupa dengan November tahun lalu,” jelasnya.

Peristiwa ini kembali memunculkan keresahan masyarakat terhadap efektivitas penanganan banjir di kawasan Hutanabolon. Warga berharap pembangunan tanggul dapat segera dituntaskan agar ancaman banjir tidak terus menghantui setiap kali hujan deras datang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *