Tapanuli Tengah

BBM Langka di Tapanuli Tengah, Sopir Angkot Terpaksa Merugi

712
×

BBM Langka di Tapanuli Tengah, Sopir Angkot Terpaksa Merugi

Sebarkan artikel ini

WARTATERKINI.ID | PANDAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) membuat para sopir angkutan kota (angkot) merugi. Mereka harus mengantre panjang di SPBU, bahkan terpaksa beralih menggunakan Pertamax dengan biaya lebih mahal agar tetap bisa beroperasi.

Situmeang (40), sopir angkot jurusan Sibolga-Sibabangun, mengaku kebingungan akibat kosongnya Pertalite di sejumlah SPBU. Kondisi ini memaksa para sopir mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli Pertamax.

“Kalau pakai Pertalite cukup Rp80 ribu per trip. Sekarang karena harus pakai Pertamax, jadi sekitar Rp100 ribu,” keluh Situmeang, Sabtu (31/1/2026) siang.

Ia menjelaskan, dalam sehari sopir angkot biasanya melakukan tiga trip. Jika menggunakan Pertalite, biaya BBM sekitar Rp240 ribu per hari. Namun dengan Pertamax, biaya meningkat menjadi Rp300 ribu atau bertambah sekitar Rp60 ribu.

“Padahal penghasilan bersih kami per hari hanya sekitar Rp100 ribu sampai Rp120 ribu,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Manurung (49), sopir angkot lainnya. Ia mengaku terpaksa membeli Pertamax agar tetap bisa menarik penumpang, meski pendapatannya menurun.

“Penumpang relatif sama, tapi biaya BBM bertambah. Kalau harus antre berjam-jam, jelas makin berpengaruh ke pendapatan,” katanya.

Menurut Manurung, antrean panjang di SPBU juga mengurangi jumlah trip harian. “Biasanya bisa tiga trip, tapi karena antre lama, kadang cuma dapat dua trip,” ucapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kelangkaan BBM di wilayah Tapanuli Tengah, Manager Pertamina Sales Area Retail Sarudik, Toni Pradana, belum memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *