Tapanuli Tengah

Bupati Tapteng: Penanggulangan Bencana Harus Dikerjakan Bersama, Bukan Adu Domba

577
×

Bupati Tapteng: Penanggulangan Bencana Harus Dikerjakan Bersama, Bukan Adu Domba

Sebarkan artikel ini

WARTATERKINI.ID | PANDAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menandatangani kesepakatan bersama dengan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia (Habitat for Humanity Indonesia) dalam rangka perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan kualitas serta pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, Kamis (22/1/2026). Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapteng.

Kerja sama tersebut meliputi pembangunan dan peningkatan kualitas perumahan, akses layanan dasar, pengurangan risiko bencana, serta respons dan pemulihan pascabencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, cuaca ekstrem, hingga pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tapteng.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia dalam mendukung penanggulangan bencana di daerahnya.

“Pada fase darurat hingga pemulihan ini, semua kita kerjakan bersama. Baik Pemerintah Pusat, kementerian dan lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten, TNI, Polri, NGO, swasta, hingga relawan kemanusiaan,” ujar Masinton.

Masinton menegaskan, di era media sosial saat ini masih banyak beredar informasi hoaks terkait penanggulangan bencana yang justru berpotensi memecah belah masyarakat.

“Penanggulangan bencana itu bukan untuk adu domba. Ini dikerjakan bersama-sama oleh semua pihak, pemerintah, TNI, Polri, swasta, NGO, dan elemen masyarakat. Tidak ada yang menjadi pahlawan, karena ini murni tugas kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pihak-pihak yang memanfaatkan bencana untuk kepentingan politik atau pencitraan agar belajar tentang nilai kemanusiaan. Menurutnya, memanfaatkan musibah demi motif tertentu sudah tidak relevan lagi.

“Kunci utama kebencanaan adalah koordinasi dan kolaborasi lintas sektor,” tambah Masinton.

Bupati Tapteng memaparkan data dampak bencana di wilayahnya, yakni rumah rusak ringan sebanyak 14.045 unit, rusak sedang 1.565 unit, dan rusak berat 2.381 unit. Selain itu, telah dibangun Hunian Sementara (Huntara) sebanyak 191 unit, Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk 2.192 penerima, Hunian Tetap (Huntap) pemerintah 388 unit, dan Huntap mandiri 1.660 unit.

“Saat ini terdapat 206 unit hunian yang sedang dalam proses pembangunan agar masyarakat yang masih berada di tenda darurat bisa segera menempati hunian sementara. Pengerjaannya kami kejar agar sebelum dan saat Ramadan serta Idulfitri sudah bisa ditempati,” jelasnya.

Masinton menambahkan, hunian layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Oleh karena itu, Pemkab Tapteng sangat mengapresiasi dukungan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia.

“Sekecil apa pun bantuan dalam penanggulangan bencana sangat berarti bagi masyarakat. Prinsipnya adalah solidaritas atas dasar kemanusiaan,” tandasnya.

Pemkab Tapteng juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang sejak masa tanggap darurat hingga pemulihan terus bahu-membahu membantu warga terdampak. Ia berharap percepatan pemulihan dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, mengatakan pihaknya telah 28 tahun berkarya di Indonesia dan melayani hampir satu juta individu.

“Kami turun langsung ke lapangan dan berbicara dengan para ibu. Pertanyaan yang sering kami dengar adalah kapan bisa kembali ke rumah dan bagaimana melanjutkan mata pencaharian. Itu yang terus terngiang bagi kami,” ungkap Handoko.

Menurutnya, Habitat for Humanity Indonesia fokus membantu perbaikan rumah rusak ringan dan sedang pada tahun pertama, sehingga keluarga dapat kembali tinggal dengan aman dan layak. Pada tahun kedua, program akan dilanjutkan dengan penanganan rumah rusak berat.

“Semoga kolaborasi dengan Pemkab Tapteng ini memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Setelah data lengkap kami terima, perbaikan akan segera kami lakukan,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemkab Tapteng dan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu dan National Director Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman.
Jika ingin versi lebih singkat, hard news, atau headline alternatif, bilang saja.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *