Tapanuli Tengah

Ikuti Rakor Daring Bersama Mendagri, Wabup Tapteng Paparkan Dampak Bencana

614
×

Ikuti Rakor Daring Bersama Mendagri, Wabup Tapteng Paparkan Dampak Bencana

Sebarkan artikel ini

WARTATERKINI.ID | PANDAN – Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Efendi memaparkan kondisi terkini dampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapteng pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pascabencana, yang dipimpin Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian secara daring, Jumat (9/1/2026).

Dalam rakor yang digelar melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng tersebut, Wabup menyampaikan bahwa hampir seluruh dari 20 kecamatan di Tapteng terdampak bencana. Aktivitas pemerintahan di ibu kota kabupaten Pandan relatif berjalan lancar, sementara sebagian pusat pemerintahan kecamatan sempat terganggu namun kini berangsur pulih.

Pelayanan pemerintahan desa di sejumlah wilayah masih dilakukan di posko pengungsian, di antaranya di Kecamatan Tukka, Badiri, Sibabangun, Barus, Sitahuis, dan Pasaribu Tobing. Sementara pelayanan kelurahan umumnya berjalan normal, meski beberapa kelurahan harus berpindah lokasi akibat kantor rusak berat hingga rusak total.

Di sektor kesehatan, satu RSUD tidak terdampak dan tetap beroperasi normal. Dari 25 Puskesmas, 7 unit terdampak bencana (1 rusak berat, 3 rusak sedang, dan 3 rusak ringan). Pelayanan kesehatan diperkuat dengan pos kesehatan di desa, kelurahan, dan pos pengungsian. Sebanyak 11 klinik swasta juga telah kembali beroperasi.

Untuk sektor pendidikan, tercatat ratusan gedung sekolah mengalami kerusakan, mulai dari TK/PAUD, SD hingga SMP, dengan kategori rusak ringan hingga rusak berat.

Akses transportasi darat sebagian besar telah berfungsi. Dari lima ruas jalan nasional, empat ruas dapat dilalui dengan pembatasan, sementara satu ruas masih terputus. Pada jalan kabupaten, tiga ruas utama masih terputus dan menyebabkan beberapa desa terisolir, sedangkan jalan desa umumnya masih terhubung meski mengalami kerusakan.

Aktivitas perekonomian di pasar harian, pertokoan, hotel, serta usaha kuliner di luar wilayah terdampak berjalan relatif normal, namun pasar mingguan dan usaha di daerah pengungsian belum berjalan optimal. Selain itu, tercatat sebanyak 115 rumah ibadah mengalami kerusakan.

Wabup Tapteng meminta dukungan dan solusi dari Kementerian Dalam Negeri untuk percepatan pemulihan, khususnya pada sektor infrastruktur pemerintahan, pendidikan, kesehatan, jalan dan jembatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan menjadi perhatian serius dan akan dibahas bersama kementerian terkait. Ia juga menekankan pentingnya penyampaian data yang lengkap dan valid guna mempercepat langkah penanganan lanjutan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *