Wartaterkini.id | Tapteng – Pemerintah Desa (Pemdes) Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa triwulan I, II,III dan IV tahun 2025.
Penyaluran dilaksanakan secara langsung oleh Kades Mardame Master Gultom, didampingi oleh BPD desa setempat, pada Selasa (17/6/2025). Dihadiri pemerintah Kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, dan pendamping lokal.
Kepala Desa Mardame mengatakan, penyaluran BLT Dana Desa triwulan I (Janua-Maret) triwulan II (April-Juni) diserahkan pada tanggal 17 Juni 2025. Triwulan III (Juli-September) diserahkan pada tanggal 3 November 2025.
Sedangkan Bantuan langsung tunai (BLT) DD 2025 Tahap IV ditutup di bulan (Oktober-Desember) diserahkan pada tanggal 31 Desember 2025. Dengan rincian 300 ribu per bulan, yang diperuntukkan kepada 36 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Adapun kriteria penerima bantuan langsung tunai tersebut mempunyai kriteria yakni, kehilangan mata pencarian, mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis dan/atau difabel, tidak menerima bantuan sosial program keluarga harapan, atau rumah tangga dengan anggota rumah tangga tunggal lanjut usia dan perempuan kepala keluarga dari keluarga miskin.
“Total keselurahan bantuan per KPM sebesar Rp 129,600.000,” kata Master, Selasa (17/6/2025).
“Gunakan dana tersebut dengan bijak agar bisa merasakan manfaat dari bantuan tersebut. Belikan seperlunya untuk kebutuhan di rumah,” kata Master.
Selain menyalurkan BLT, Pemdes Mardame juga memberikan susu lansia, bumil dan menyusui, susu balita, insentif guru mengaji/sekolah Minggu, kader posyandu, posbindu, KPM dan operator desa.
Kepada media, Kepala Desa Mardame mengatakan, pihaknya berkomitmen menyalurkan BLT Dana Desa tahun 2025 dengan beberapa pembaruan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran, salah satunya dengan bentuk tunai.
Menurut Master, dengan bentuk tunai, penerima bantuan dapat membeli kebutuhan sesuai prioritas masing-masing. Hal ini memberikan kebebasan yang lebih besar bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka secara langsung.
Senada itu, pemberian bantuan tunai membantu meningkatkan perputaran uang di masyarakat, terutama di tingkat lokal. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
“Kita juga mendorong penerima untuk membelanjakan uangnya di warung atau pasar tradisional. Dengan demikian, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan mendapatkan manfaat langsung dari program ini,” pungkas Master.(red)












