Tapanuli Tengah

Gali Potensi Ekonomi Biru, Bupati Tapanuli Tengah Dorong Sinergi Strategis Bersama STPK Matauli

631
×

Gali Potensi Ekonomi Biru, Bupati Tapanuli Tengah Dorong Sinergi Strategis Bersama STPK Matauli

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mendorong terbangunnya sinergi strategis antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan (STPK) Matauli untuk mengoptimalkan potensi ekonomi biru (Blue Economy) di wilayah pesisir.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri Studium Generale (Kuliah Umum) di Kampus STPK Matauli Pandan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Positioning Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Matauli serta Alumninya dalam Pembangunan Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kuliah umum menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004.

Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada STPK Matauli atas komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kelautan dan perikanan untuk mendukung pengelolaan potensi laut Tapanuli Tengah.

“Garis pantai Tapanuli Tengah membentang sekitar 200 kilometer, namun masih banyak potensi yang belum tergarap secara optimal dan belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Sektor pertanian dan perikanan kita juga masih banyak dikelola secara tradisional. Karena itu, kami berharap dapat membangun sinergi strategis dengan Yayasan Matauli,” ujar Masinton.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah adalah mengusulkan Tapanuli Tengah sebagai kawasan heritage (warisan sejarah dan budaya) yang memiliki peran penting di jalur Pantai Barat Sumatera.

Sementara itu, Prof. Rokhmin Dahuri menilai Tapanuli Tengah memiliki modal alam yang sangat besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi berbasis kelautan.

“Tapanuli Tengah memiliki potensi blue economy yang sangat besar karena panjang garis pantainya mencapai lebih dari 200 kilometer,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Prof. Rokhmin merekomendasikan tiga sektor prioritas yang perlu dikembangkan.

Pertama, perikanan budidaya laut, dengan fokus pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti lobster, udang vaname, dan rumput laut.

Kedua, hilirisasi industri perikanan tangkap, melalui pembangunan industri pengolahan hasil perikanan yang ramah lingkungan sehingga mampu menghasilkan produk berdaya saing di pasar nasional maupun global.

Ketiga, pariwisata bahari kelas dunia, dengan memanfaatkan keindahan alam pesisir Tapanuli Tengah yang telah dimiliki secara alami. Menurutnya, pengembangan sektor ini perlu didukung peningkatan fasilitas penunjang, penataan destinasi wisata berstandar internasional, serta penguatan aksesibilitas dan konektivitas.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Tapanuli Tengah, STPK Matauli, kalangan akademisi, dan para alumni, pengembangan ekonomi biru diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *