Tapanuli Tengah

Keluarga Laporkan Kematian BS, Dugaan Luka Tusuk di Leher

432
×

Keluarga Laporkan Kematian BS, Dugaan Luka Tusuk di Leher

Sebarkan artikel ini
Foto: Boby Tampubolon (kiri) didampingi Hasian Simamora (kanan) saat diwawancarai wartawan di Lingkungan 3, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Tapteng.

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Keluarga almarhum BS akhirnya membuat laporan ke pihak Kepolisian Resor Tapanuli Tengah, agar mengusut tuntas penyebab kematian sebenarnya yang di alami BS (21) warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapteng.

Boby Tampubolon merupakan tulang (paman.red) BS menyampaikan dirinya membuat laporan kepolisian (LP) ke Polsek Manduamas, Senin (1/6/26) lantaran ditemukannya dugaan luka tusuk di bagian leher korban yang menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan keluarga.

“Kejanggalannya seperti luka tusuk di leher, ada goresan di dahi sebelah kiri seperti putusnya tangan itu kalau saya lihat orang yang pernah mengalami dimakan buaya ya gak sebelah-sebelah, apa rebutan makannya kan gak logika,” ucapnya ke wartawan di kediaman BS, Lingkungan III Sampang Maruhur, Kamis (4/6) sore.

Opung korban, Hasian Simamora mengaku menemukan jasad cucunya (BS red) di Sungai Saga Matua dalam keadaan mengenaskan.

Dikatakan Haslan, selain kedua tangan korban yang sudah hilang, terdapat luka berlubang di bagian belakang kepala dan luka robek dibagian paha atas.

“Saya sempat raba belakang kepalanya saat memandikan jenazah korban,” terangnya.

Hasian Simamora mengutarakan soal penandatanganan surat pernyataan tidak keberatan itu dilakukan secara tergesa-gesa.

“Sebenarnya bapak almarhum menolak tapi dia harus tandatangani, di atas mayatlah surat itu ditandatangani,” terangnya.

“Termasuk tergesa-gesalah karena kami minta untuk besoknya setelah penguburan gak bisa katanya,” lanjut Hasian.

Boby Tampubolon kembali menimpali, bahwa tujuan dari dilaporkannya kasus kematian BS agar keluarga mendapat kejelasan dari hasil autopsi dengan digelarnya ekshaumasi korban oleh dokter Forensik dan Polres Tapanuli Tengah, Jumat (5/6) siang.

“Saya sangat mendukung proses autopsi ini. Dan Polsek Manduamas juga gerak cepat menanggapi laporan ini dan kami berharap penuh kasus ini diusut tuntas,” pungkasnya.

Sebelumnya, BS (21) anak dari Saudara Lamsehat Simamora seorang buruh serabutan, Ibu Felisiana Tampubolon seorang petani, dikabarkan meninggal dunia diduga akibat diterkam seekor buaya, Kamis (28/5/26) dini hari.

Korban dilaporkan hilang dan diduga kuat meninggal dunia akibat serangan binatang buas buaya di Sungai Saga Matua, Sirandorung.

Kapolsek Manduamas AKP Maruli Tua Simanjorang mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan, Kamis (28/5) lalu sekira pukul 01.30 WIB setelah dilakukan upaya pencarian intensif oleh petugas kepolisian bersama warga sekitar.

Dijelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, korban bersama beberapa rekannya diketahui sempat memasuki area perkebunan PT Nauli Sawit blok 41.A, Rabu (27/5) lalu pukul 01.00 WIB.

Sekira pukul 02.00 WIB, petugas keamanan perusahaan yang sedang berpatroli memergoki adanya aktivitas di areal tersebut. Saat hendak diperiksa, beberapa orang di lokasi tersebut melarikan diri dengan melompat parit pembatas keluar dari lahan perkebunan.

Titik terang keberadaan korban mulai terungkap pada Kamis (28/5) pukul 11.00 WIB, ketika seorang petani yang berada di seberang sungai melihat seekor buaya melintas membawa tubuh manusia.

Pencarian yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Manduamas IPDA Francyus Sinaga bersama warga sempat dihentikan pada tengah malam karena kendala jarak pandang, sebelum akhirnya jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan pada pukul 01.30 WIB.

Kemudian, personel kepolisian bersama dokter Puskesmas Manduamas dr. Berry Sihotang segera mendatangi rumah duka untuk melakukan langkah penanganan.

“Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka robek pada jasad korban yang konsisten dengan karakteristik serangan hewan buas buaya,” jelas Kapolsek Manduamas dalam rilis yang diterima, Jumat (29/5) lalu. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *