Tapanuli Tengah

Kematian BS hingga Ekshumasi, Keluarga Minta Polisi dan Tim Forensik Ungkap Fakta Terang Benderang

443
×

Kematian BS hingga Ekshumasi, Keluarga Minta Polisi dan Tim Forensik Ungkap Fakta Terang Benderang

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Tim Forensik RSUD Pandan bersama penyidik Polres Tapanuli Tengah melakukan ekshumasi terhadap jenazah BS (21), warga Dusun III, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (5/6/2026).

Sebelum proses ekshumasi berlangsung, sejumlah personel Polres Tapteng memasang garis polisi di sekitar lokasi pemakaman. Area tersebut hanya dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan, termasuk keluarga korban dan tim pemeriksa.

Proses ekshumasi dan pengambilan sampel dari jenazah berlangsung sekitar dua jam. Setelah seluruh tahapan selesai, tim forensik dan pihak kepolisian meninggalkan lokasi pemakaman.

Dokter Forensik RSUD Pandan, dr. Binsar Lubis, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban masih bernapas saat berada di dalam air.

“Korban masih bernapas saat masuk ke dalam air. Sampel yang diambil berupa jaringan dari bekas luka dan paru-paru untuk memastikan dugaan kami bahwa korban meninggal karena tenggelam,” ujar dr. Binsar.

Terkait hasil pemeriksaan laboratorium, dr. Binsar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil analisis lebih lanjut.
“Kurang lebih dua minggu hasilnya bisa diketahui,” katanya.

Saat ditanya mengenai adanya dugaan luka tusuk atau benda mencurigakan pada tubuh korban, dr. Binsar menegaskan tidak ditemukan indikasi tersebut.

“Tidak ada. Luka yang ditemukan juga tidak dalam,” jelasnya.

*Tahap Penyelidikan*

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, Iptu Dian, mengatakan ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan atas laporan yang diterima pihak kepolisian terkait kematian korban.

“Inilah salah satu langkah yang kami lakukan melalui autopsi atau ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujarnya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam mengungkap peristiwa yang sebenarnya terjadi.

“Apapun hasilnya nanti akan menjadi landasan dalam proses penyelidikan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi atas kematian korban,” kata Iptu Dian.

Keluarga Minta Kasus Diungkap Tuntas
Perwakilan keluarga korban yang juga paman korban, Bobbi Tampubolon, menyatakan mendukung penuh proses ekshumasi yang dilakukan pihak kepolisian dan tim forensik.

Ia berharap penyelidikan dilakukan secara profesional dan bebas dari intervensi pihak manapun agar penyebab kematian BS dapat terungkap secara terang benderang.

“Kami akan memantau kinerja pihak kepolisian, tetapi jangan sampai ada halangan ataupun intervensi dari pihak manapun. Saya mendukung dilakukannya ekshumasi ini,” ujarnya.

Bobbi juga mengungkapkan bahwa selama proses ekshumasi, keluarga korban diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung bahkan mendokumentasikan kondisi jenazah.

“Seluruh keluarga korban diperbolehkan melihat proses ekshumasi, bahkan memfoto kondisi korban,” pungkasnya.

Sebelumnya, kematian korban (BS red) dalam rilis Polres Tapteng disebut diduga meninggal akibat serangan buaya di aliran Sungai Saga Matua, korban di evakuasi sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, pada Kamis 28 Mei 2026 lalu.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *