Tapanuli Tengah

Pemprov Sumut Alokasikan Rp9 Miliar Bangun Jalan Penghubung Tapteng-Taput

583
×

Pemprov Sumut Alokasikan Rp9 Miliar Bangun Jalan Penghubung Tapteng-Taput

Sebarkan artikel ini
Foto : Pemvropsu mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp9 miliar Untuk Pembangunan Jalan Perbatasan Tapteng-Taput.

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id  – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp9 miliar untuk pembangunan jalan penghubung antara Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara dengan Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat membuka akses antarwilayah yang selama ini masih tergolong terisolir, khususnya dari Desa Simargarap menuju perbatasan Tapanuli Utara.

Namun setelah meninjau langsung kondisi medan, anggaran yang tersedia dinilai masih belum mencukupi. Pasalnya, panjang jalan yang akan dibangun diperkirakan mencapai sekitar 6-7 kilometer dengan kondisi medan yang cukup berat.

“Kita menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara atas dukungan bantuan keuangan provinsi untuk pembangunan jalan penghubung Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. Tapi setelah melihat kondisi medan, biaya yang ada masih kurang,” kata Bupati Masinton yg di dampingi Plt Kadis PU Winner Napitupulu, Jumat (22/5/26).

Dikatakan Masinton, jalan tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di dua Kabupaten, khususnya Kecamatan Parmonangan dan Pasaribu Tobing yang selama ini akses jalannya belum terkoneksi dengan baik.

Selain itu, kawasan tersebut juga berbatasan dengan wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan dikenal sebagai daerah pertanian serta perkebunan masyarakat.

Masyarakat setempat sejak lama telah memiliki hubungan ekonomi dan budaya yang erat. Dahulu akses perdagangan hanya melalui jalur tradisional dengan berjalan kaki, namun kini sudah dapat dilalui sepeda motor.

Komoditas utama masyarakat di kawasan itu antara lain pertanian, perkebunan dan minyak nilam. Dengan terbukanya akses jalan, distribusi hasil kebun diharapkan menjadi lebih mudah dan meningkatkan perekonomian warga.

Akses pendidikan juga diperkirakan akan semakin terbantu. Sebab sebelumnya, anak-anak dari wilayah Hajoran diketahui bersekolah ke wilayah Sorkam melalui jalur yang cukup sulit.

*Jalan Menuju Desa Sipakpahi*

Sementara itu, terkait jalan menuju Desa Sipakpahi yang nyaris putus akibat longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu, pemerintah berharap perbaikannya dapat dilakukan tahun ini menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Untuk jalan yang nyaris putus itu nanti dikoordinasikan dengan PU menggunakan anggaran BTT. Besaran anggarannya masih dihitung secara teknis oleh PU,” pungkas Masinton.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *