Tapanuli Tengah

Kementerian PKP Kecewakan Warga Kalangan Indah Terkait Bantuan Rumah, Warga Sempat Berhutang

837
×

Kementerian PKP Kecewakan Warga Kalangan Indah Terkait Bantuan Rumah, Warga Sempat Berhutang

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id  – Warga Kelurahan Kalangan Indah, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah kecewa setelah bantuan rehabilitasi rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang sebelumnya dijanjikan, tiba-tiba dibatalkan usai proses verifikasi lapangan.

Sejumlah warga mengaku sudah menyiapkan berbagai dokumen persyaratan, mulai dari fotokopi sertifikat tanah, membeli materai hingga membuat surat pernyataan demi mendapatkan bantuan rehab rumah senilai Rp20 juta.

Salah seorang warga Lingkungan II Kalangan Indah, Samerina Halawa, mengatakan dirinya sangat terpukul karena bantuan yang dijanjikan batal dengan alasan rumah mereka berada di kawasan hutan mangrove.

“Sudah diverifikasi, dijanjikan akan cair Rp20 juta untuk bantuan rehab rumah, tiba-tiba dibatalkan alasan mereka rumah kami kawasan hutan mangrove,” kata Samerina, Rabu (20/5/2026).

Bahkan, Samerina mengaku sempat meminjam uang ke koperasi karena yakin bantuan tersebut akan terealisasi. Dana pinjaman itu digunakan untuk membeli ratusan batako guna memperbaiki rumahnya.

“Maunya ada solusi dari pemerintah. Saya ini hanya penjual arang, cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah syukur,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Lisami Zai (60). Ia mengaku sudah membongkar sebagian rumah semi permanennya setelah mendapat informasi akan menerima bantuan rehab rumah.

Namun harapan itu pupus setelah tim verifikasi menyampaikan bantuan dibatalkan. Lisami pun kini harus menanggung hutang setelah membeli material bangunan menggunakan dana pinjaman dari Credit Union (CU).

“Itu sudah saya beli batako dan papan, dananya saya pinjam di Credit Union. Tahunya bantuan itu dibatalkan,” lirihnya.

Kepala Lingkungan II Kalangan Indah, Wakari Togatorop, juga mengaku kecewa terhadap keputusan pembatalan bantuan tersebut. Menurutnya, warga di wilayahnya sangat layak menerima bantuan rehab rumah.

“Saya pribadi kecewa berat. Saya kumpulkan warga ternyata dibatalkan. Maunya pemerintah pusat itu cari solusinya. Dijanjikan tahun depan, iya kalau ada. Artinya masyarakat itu jangan dibohongi,” tegasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *