Tapanuli Tengah

SMPN 1 Tukka Tapteng Gandeng KAL Recycle, Luncurkan Program Sekolah Asri

596
×

SMPN 1 Tukka Tapteng Gandeng KAL Recycle, Luncurkan Program Sekolah Asri

Sebarkan artikel ini
Foto : SMPN 1 Tukka Gandeng KAL Recycle terkait pengelolaan sampah yg baik.

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Dozier Siregar, menggandeng Karya Alam Lestari (KAL) Recycle dalam program Sekolah Asri. Kegiatan ini resmi dimulai (kick off) pada Senin (11/5/2026). Peluncuran program dipusatkan di SMPN 1 Tukka dan turut diikuti oleh SMP Huraba Tukka.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Johanes Simanjuntak, perwakilan RSUD Pandan German Sitompul, Direktur Operasional KAL Recycle Ranto Simanjuntak, serta Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI).

Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Johanes Simanjuntak menyampaikan, program ini merupakan bagian dari perhatian Bupati Tapanuli Tengah dalam mewujudkan sekolah yang layak, asri, dan menjadi taman belajar yang nyaman bagi siswa.

“Saat ini SMPN 1 Tukka menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMP yang dijadikan pilot project. Jika berhasil, program ini akan dikembangkan menjadi program unggulan dan diterapkan di seluruh sekolah di Tapanuli Tengah,” ujar Johanes.

Ia juga menambahkan, pascabencana yang terjadi, diperlukan berbagai pembenahan dan penyesuaian di lingkungan sekolah.

“Kita harus bangkit mewujudkan sekolah yang tangguh. Budaya kebersihan harus dimulai dari karakter dan kesadaran diri masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Tukka, Dozier Siregar, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara sekolah, Dinas Pendidikan, RSUD Pandan, dan KAL Recycle.

“Program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Kami berterima kasih kepada KAL Recycle atas pendampingan dan edukasi yang diberikan,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu implementasi program ini adalah pengelolaan sampah terpilah, meliputi sampah organik, anorganik, dan residu. Selain itu, warga sekolah juga akan mendapatkan pembinaan dalam mengolah sampah menjadi lebih bernilai, seperti kompos dari sampah organik dan daur ulang sampah plastik.

“Melalui program ini, kami berharap siswa tidak lagi membuang sampah sembarangan, melainkan mampu memilah sesuai jenisnya. Ini penting untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini,” jelasnya.

Dozier juga berharap SMPN 1 Tukka dapat menjadi contoh sekolah yang bersih, asri, dan berwawasan lingkungan di Tapanuli Tengah.

Direktur Operasional KAL Recycle, Ranto Simanjuntak, mengatakan bahwa program Gerakan Sekolah Asri mendapat sambutan antusias dari pihak sekolah dan siswa.

“Melalui KAL Smart Waste System, kami ingin mengajarkan bahwa sampah bukan sekadar dibuang, tetapi harus dipilah dan dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, siswa diajak belajar langsung mengolah sampah organik menjadi kompos, memahami nilai ekonomi sampah anorganik, serta mengurangi sampah residu.

“Harapan kami, program ini dapat berkembang dan menjadi gerakan bersama di sekolah-sekolah lain di Tapanuli Tengah,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *