Tapanuli Tengah

Percepatan Digitalisasi, Pemkab Tapteng-IT Del Teken MoU

316
×

Percepatan Digitalisasi, Pemkab Tapteng-IT Del Teken MoU

Sebarkan artikel ini

Wartaterkini.id, Tapteng – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan melalui penerapan sistem berbasis kinerja dan digitalisasi.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Tapteng dan Institut Teknologi Del di GOR Pandan, Jumat (13/3/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai peningkatan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik yang lebih responsif, hingga pengembangan ekonomi digital.

Rektor Institut Teknologi Del, Arnaldo Marulitua Sinaga menjelaskan, bahwa kerja sama ini berawal dari inisiatif Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu yang mengajak pihak kampus berdiskusi mengenai penanganan kebencanaan di daerah.

Dari diskusi tersebut, kedua pihak melihat banyak potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan.

Menurutnya, sebagai perguruan tinggi, IT Del memiliki tanggung jawab menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan bagian dari tugas utama kami. Tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, MoU ini akan ditindaklanjuti melalui berbagai program implementasi, di antaranya pemetaan wilayah pascabencana, pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik, serta penguatan sistem kerja ASN berbasis data.

Dengan sistem tersebut, proses monitoring kinerja aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Tapteng diharapkan menjadi lebih efektif dan terukur.

“Dengan sistem berbasis data, kepala daerah dapat melihat langsung capaian kinerja ASN sehingga pengawasan menjadi lebih optimal,” jelasnya.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengatakan, kerja sama ini menjadi momen penting bagi daerah untuk melakukan transformasi pemerintahan pascabencana.

Menurutnya, bencana yang terjadi di Tapteng harus menjadi titik awal untuk melakukan lompatan perubahan menuju sistem pemerintahan yang lebih responsif dan adaptif.

“Kita harus bangkit dari bencana dan melakukan lompatan. Pemerintahan ke depan harus responsif, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai situasi,” ujarnya.

Masinton menegaskan, Pemkab Tapteng akan mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Ke depan, sistem kerja ASN juga akan diarahkan berbasis kinerja dan data, termasuk dalam penerapan sistem tunjangan yang menyesuaikan dengan produktivitas kerja.

“Ketika berbasis kinerja, maka tunjangan juga berbasis kinerja. Artinya, diberikan kepada ASN yang benar-benar produktif,” tegasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *