SamosirSumut

Dari Ulos hingga Kopi, Festival Tao Toba Jou Jou Cetak Transaksi Rp6,05 Miliar

1194
×

Dari Ulos hingga Kopi, Festival Tao Toba Jou Jou Cetak Transaksi Rp6,05 Miliar

Sebarkan artikel ini
Foto: KPw BI Sibolga, Riza Putra resmi menutup kegiatan Festival Tao Toba Jou Jou 2026 yang digelar selama empat hari, 6-9 Agustus 2026, di Waterfront City Pangururan, Samosir.

SAMOSIR, Wartaterkini.id – Festival Tao Toba Jou Jou 2026 yang digelar selama empat hari, 6-9 Agustus 2026, di Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, resmi berakhir dengan mencatatkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Festival yang mengusung tema “Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Ekonomi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba” tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga bersama Pemerintah Kabupaten Samosir dan berbagai pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut melibatkan lembaga keuangan, FORKOPIMDA, pelaku UMKM, asosiasi, hingga komunitas.

Kepala KPw BI Sibolga, Riza Putera, mengatakan Festival Tao Toba Jou Jou 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan pariwisata, digitalisasi ekonomi dan keuangan, UMKM, serta ekonomi kreatif.

Menurutnya, pelaksanaan tahun ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Festival digelar selama empat hari dengan tujuan memperluas dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.

“Festival Tao Toba Jou Jou 2026 juga menjadi wadah integrasi berbagai potensi unggulan daerah dalam mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba,” ujar Riza.

Salah satu kekuatan utama yang diangkat dalam festival tersebut adalah warisan budaya dan wastra. Semangat kolaborasi direpresentasikan melalui simbolisasi “Manompuk”, yakni prosesi tradisi menenun secara bersama-sama.

Prosesi tersebut dilakukan pada pembukaan festival, 6 Agustus 2026, oleh Riza Putera bersama Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dan sejumlah pemangku kepentingan.

Simbolisasi tersebut kemudian disempurnakan melalui pemotongan benang terakhir pada puncak acara, 8 Agustus 2026. Prosesi itu menjadi simbol pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah.

Beragam kegiatan turut mewarnai Festival Tao Toba Jou Jou 2026, di antaranya Parade Agrobudaya yang melibatkan perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Samosir, Festival Ulos Boru Ni Raja, Festival Kopi Tana Para Raja, Pameran UMKM Boru Ni Raja, Payment System and Services Activation, serta Operasi Pasar Murah.

Selain itu, festival juga menghadirkan kegiatan edukasi, Festival Budaya Batak, Festival Kuliner Batak, Festival Musik Batak, hingga Samosir Run yang tahun ini dikembangkan menjadi race run dengan melibatkan lebih banyak peserta sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih menarik.

Dari sisi ekonomi, Festival Tao Toba Jou Jou 2026 mencatatkan transaksi penjualan UMKM mencapai Rp6,05 miliar.

Riza menjelaskan, capaian tersebut berasal dari penjualan berbagai produk UMKM, mulai dari kopi, kuliner, makanan dan minuman olahan, fesyen hingga produk kriya. Nilai transaksi tersebut juga mencakup hasil private preview Festival Ulos Boru Ni Raja dan business matching dengan exclusive buyer Festival Kopi Tana Para Raja.

Tak hanya transaksi penjualan, kegiatan business matching antara perbankan dan pelaku UMKM juga menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp1,17 miliar.

“Capaian ini menegaskan peran Festival Tao Toba Jou Jou sebagai platform strategis dalam memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Riza.

Ke depan, KPw BI Sibolga menyatakan akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM, ekonomi dan keuangan digital, serta pariwisata Danau Toba yang inklusif dan berkelanjutan.

Riza berharap penyelenggaraan Festival Tao Toba Jou Jou dan Samosir Run tidak hanya meningkatkan daya tarik kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.

“Melalui kolaborasi yang erat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas usaha, memperluas peluang ekonomi, dan pada akhirnya memperkuat kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *