Tapanuli Tengah

Direktur RSUD Pandan: Penerapan SIMRS Baru Mode Pelayanan Lebih Efektif

959
×

Direktur RSUD Pandan: Penerapan SIMRS Baru Mode Pelayanan Lebih Efektif

Sebarkan artikel ini
Foto : RSUD Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Direktur RSUD Pandan, dr. Jandri Nababan, menjelaskan sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang ditawarkan oleh CV Globalindo Media Technology mempunyai nilai baru.

Menurut dr. Jandri, sistem yang ditawarkan dirancang untuk mengikuti perkembangan regulasi sektor kesehatan yang terus berubah, termasuk integrasi dengan aplikasi SATUSEHAT Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, P-Care, Vidi, Satu Data Kesehatan hingga ketentuan perpajakan. Vendor juga memberikan jaminan pembaruan sistem sesuai regulasi terbaru tanpa biaya tambahan.

Selain itu, mengingat operasional rumah sakit berlangsung selama 24 jam, vendor menawarkan Service Level Agreement (SLA) dengan waktu respons maksimal 15 menit untuk penanganan gangguan kritis, termasuk apabila terjadi kendala pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun farmasi.

Dari sisi pembiayaan, model kerja sama yang ditawarkan menggunakan skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan biaya operasional bulanan.

“Skema tersebut dinilai dapat mengurangi beban investasi awal yang umumnya membutuhkan anggaran besar. Selama masa kontrak, tenaga IT RSUD Pandan juga akan mendapatkan pelatihan, dan source code aplikasi akan diserahkan kepada rumah sakit sehingga pengembangan sistem dapat dilakukan secara mandiri di masa mendatang,” kata dr Jandri, Kamis (9/7/2026).

Selanjutnya, aspek keamanan data juga menjadi perhatian utama. dr Jandri katakan, Vendor menjamin perlindungan data pasien sesuai ketentuan UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dengan penerapan teknologi keamanan siber guna meminimalkan risiko kebocoran data maupun serangan siber seperti ransomware.

Tak hanya menyediakan aplikasi, vendor juga menawarkan pendampingan perubahan budaya kerja (change management). Pendampingan dilakukan melalui pelatihan bagi dokter, perawat, dan tenaga administrasi, termasuk metode Training of Trainers (ToT) setelah sistem mulai dioperasikan (go-live), guna memastikan seluruh pengguna mampu mengoperasikan SIMRS secara optimal.

Untuk menjamin kelancaran proses transisi, vendor juga memberikan garansi migrasi data secara aman dari sistem lama ke sistem baru, sehingga data rekam medis yang telah tersimpan selama bertahun-tahun tetap terjaga.

“Sebagai bentuk pembuktian, vendor juga menawarkan kesempatan bagi pihak rumah sakit untuk melihat langsung implementasi sistem di fasilitas kesehatan lain yang telah menggunakannya,” katanya.

Direktur RSUD Pandan menegaskan bahwa berbagai jaminan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem informasi rumah sakit yang andal, aman, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *