Tapanuli Tengah

Kepala Biro Kedokteran AL-AS Kuatkan Ajak Kerjasama Indonesia Dalam Penanganan Bencana

585
×

Kepala Biro Kedokteran AL-AS Kuatkan Ajak Kerjasama Indonesia Dalam Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, bersama Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksamana Muda David M. Buzzetti, bertindak sebagai inspektur upacara pada pembukaan latihan kemanusiaan Pacific Partnership 2026.

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Pemerintah Tapanuli Tengah bersama TNI-Polri dan tim Pacific Partnership 2026 dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura menggelar upacara pembukaan latihan kemanusiaan Pacific Partnership 2026 di GOR Pandan, Selasa (21/7/2026).

Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, mengatakan Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan dan kerja sama multilateral terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat melalui bidang kesehatan, penanggulangan bencana, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.

Ia menjelaskan Indonesia telah beberapa kali menjadi tuan rumah sejak 2010. Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung di Sibolga-Tapanuli Tengah pada 2020 tertunda akibat pandemi Covid-19 dan akhirnya terlaksana pada 2026.

Mengusung tema “Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response”, latihan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menghadapi bencana dan kedaruratan kesehatan.

Selama pelaksanaan, akan digelar pembangunan dan renovasi fasilitas umum, pelatihan tenaga kesehatan, pertukaran ilmu medis, latihan kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana, simulasi penanggulangan bencana, penyuluhan kesehatan hewan, serta evaluasi prosedur penanganan bencana.

Mayjen Hadi berharap kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan, mempererat kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian serta promosi potensi budaya dan wisata Sibolga-Tapanuli Tengah.

“Latihan bersama Pacific Partnership 2026 di Kota Sibolga-Tapanuli Tengah secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat serta mempererat persahabatan antarnegara,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksamana Muda David M. Buzzetti, mengatakan Pacific Partnership 2026 tidak hanya berfokus pada pemberian pelatihan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dan hubungan kerja sama antarinstansi.

Menurutnya, tim Pacific Partnership akan berbagi pengetahuan melalui pelatihan di bidang kesehatan, teknis, serta bisnis dan manajemen. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat komunikasi dan kolaborasi antara berbagai lembaga di Indonesia dengan mitra internasional.

“Kami ingin membangun komunitas yang lebih kuat, sekaligus memperkuat kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ujar Buzzetti.

Di bidang pertahanan, ia berharap latihan bersama ini semakin meningkatkan kerja sama militer kedua negara sehingga mampu bekerja sebagai satu tim dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

Buzzetti menambahkan, salah satu tujuan utama latihan ini adalah membentuk kesiapsiagaan atau muscle memory dalam merespons situasi darurat. Dengan latihan yang berkesinambungan, masyarakat dan instansi terkait diharapkan dapat bertindak cepat dan tepat saat menghadapi bencana maupun keadaan darurat lainnya.

“Melalui latihan ini, kami ingin Indonesia memiliki kemampuan respons yang semakin baik ketika menghadapi suatu kejadian, sehingga kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat menjadi semakin kuat,” pungkasnya.

Senada itu, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu katakan, Pacific Partnership merupakan bentuk nyata kerja sama antarnegara yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui program-program kemanusiaan.

Menurutnya, sebelum pembukaan resmi, personel Angkatan Laut Amerika Serikat telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya perbaikan fasilitas sekolah, edukasi kepada masyarakat, serta pembelajaran bahasa Inggris bagi pelajar.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memperkuat kerja sama pertahanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan manajemen kebencanaan, khususnya bagi Sibolga dan Tapanuli Tengah yang beberapa waktu terakhir terdampak bencana,” timpal Masinton.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *