Tapanuli Tengah

Tanggul Jebol SD di Tukka Tapteng Kembali Banjir

708
×

Tanggul Jebol SD di Tukka Tapteng Kembali Banjir

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Tukka, Tapteng dan meluluhlantakkan bangunan gedung sekolah, menambah deretan kerusakan akibat bencana berulang. Ironisnya pekerjaan pembuatan tanggul air tak kunjung selesai.

Derasnya curah hujan mengguyur wilayah Tapanuli Tengah selama dua hari berturut-turut, membuat debit air sungai melonjak tajam hingga kembali menghantam gedung Sekolah Dasar Negeri 152981 Tukka 1A dan 152982 Tukka IB.

Kepala SDN 152982 Tukka I B Juraidah melaporkan material lumpur menyelimuti sekolah sekira setinggi 25 sentimeter merendam seluruh ruangan kelas di sekolah tersebut.

Akibatnya aktivitas belajar mengajar terhenti sementara waktu. Seratusan siswa diliburkan, karena ruangan tak layak pakai, perabotan rusak, serta buku dan alat belajar banyak yang rusak terendam lumpur.

Juraidah mengaku terpaksa mengambil langkah ini demi keselamatan anak didik, sementara para guru saat ini turun langsung bergotong-royong membersihkan area sekolah yang dipenuhi material lumpur.

“Perkiraan saya, satu minggu ini kegiatan bersekolah akan terhenti. Kalau pun sekolah dibuka, takut anak-anak terpeleset. Kalau belum bersih lumpurnya, gak mungkin belajar kita,” katanya di Lokasi SDN 152982 Tukka IB, Senin (20/7/2026).

Adapun penyebab banjir berulang di lokasi SDN 152981 Tukka 1A dan 152982 Tukka IB diakibatkan jarak aliran sungai yang kerap meluap berada persis di belakang gedung sekolah.

Sambungnya, Juraidah memohon perhatian serius pemerintah pusat untuk segera meninjau lokasi dan mempercepat pembangunan tanggul serta melakukan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka.

“Pak presiden perhatikan kami bolak-balik dihantam banjir. Sebagai kepala sekolah, saya berharap agar alat berat diturunkan untuk normalisasi sungai,” pintanya dengan nada haru.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *