Tapanuli Selatan

PTAR Kembangkan Sentra Pembibitan Kambing Boerka, Dukung Ekonomi Berkelanjutan Pasca Tambang

629
×

PTAR Kembangkan Sentra Pembibitan Kambing Boerka, Dukung Ekonomi Berkelanjutan Pasca Tambang

Sebarkan artikel ini
Senior Supervisor Agriculture Development Agincourt Resources, Minhajul Abidin, saat mendampingi awak media meninjau kandang pembibitan kambing Boerka di Martabe Goat Farm, Batang Toru, Tapanuli Selatan.(Foto: Benny)

Tapanuli Selatan, Wartaterkini.id – PT Agincourt Resources (PTAR) terus mempersiapkan sektor ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber penghidupan masyarakat pasca operasional tambang. Salah satu program yang dikembangkan melalui Martabe Social Enterprises adalah sektor Agriculture Development dan UMKM, termasuk sentra pembibitan kambing unggul Boerka di Batang Toru.

Senior Supervisor Agriculture Development Agincourt Resources, Minhajul Abidin, mengatakan manajemen PTAR berharap berbagai industri non-tambang tetap tumbuh dan mampu menopang perekonomian masyarakat setelah masa operasional tambang berakhir.

Menurut pria yang akrab disapa Ajul itu, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Apalagi Batang Toru dan Muara Batang Toru telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai sentra peternakan sapi dan kambing.

“Kebijakan ini sudah ada sejak masa kepemimpinan Syahrul Pasaribu. Dari mandat dan potensi tersebut, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan sektor peternakan yang lebih modern dan produktif,” kata Ajul, Sabtu (6/6/2026).

Melalui Martabe Social Enterprises, PTAR memulai program Martabe Goat Farm sejak Desember 2025. Dalam pelaksanaannya, perusahaan bekerja sama dengan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), unit kerja Kementerian Pertanian yang memiliki mandat mengembangkan indukan kambing dan domba unggul di Indonesia.

Rekrut Putra-Putri Lokal

Untuk mengelola program tersebut, PTAR merekrut putra-putri daerah Batang Toru, yakni Indra Pandiangan, alumni Universitas Malikussaleh, dan Marwa Putri, sarjana peternakan dari Universitas Sumatera Utara. Keduanya dipersiapkan sebagai tenaga profesional di bidang peternakan dan telah mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan di BRMP.

“Di sana mereka mempelajari berbagai aspek peternakan modern, mulai dari kesehatan ternak, manajemen pakan, pencatatan ternak hingga penanganan indukan yang akan melahirkan,” ujar Ajul.

Potensi Kambing Boerka

Supervisor Martabe Goat Farm, Indra Pandiangan, menjelaskan pihaknya memilih mengembangkan kambing Boerka karena memiliki potensi ekonomi yang tinggi.

“Dalam peternakan, fokus kami bukan hanya memastikan ternak berkembang optimal, tetapi juga mencari inovasi yang memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.

Kambing Boerka merupakan hasil persilangan kambing Boer asal Afrika Selatan dengan kambing Kacang, kambing lokal Indonesia yang dikenal memiliki daya adaptasi dan reproduksi yang baik.

Dari persilangan tersebut diharapkan diperoleh keunggulan keduanya, yakni pertumbuhan dan produksi daging yang tinggi dari kambing Boer serta daya tahan dan produktivitas reproduksi dari kambing Kacang.

“Kami berupaya menghasilkan ternak dengan bobot badan tinggi sekaligus mampu menghasilkan anakan lebih banyak,” jelas Indra.

Pada tahap awal, Martabe Goat Farm mendatangkan 88 ekor kambing. Saat ini populasi yang tersisa sekitar 73 ekor indukan dan pejantan serta 17 ekor anakan yang telah lahir.

Menurut Indra, banyak pihak mempertanyakan alasan pemilihan kambing Boerka. Ia menilai jenis ini memiliki produktivitas tinggi, baik dari sisi pertumbuhan maupun reproduksi, sehingga berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pemeliharaan Berbasis Standar Modern

Indra menjelaskan pemeliharaan kambing Boerka dilakukan secara intensif karena program ini berfokus pada pembibitan dan penggemukan.

Setiap pagi ternak diberikan pakan konsentrat dengan formulasi berbeda sesuai kebutuhan masing-masing kelompok, seperti kambing bunting, menyusui, indukan kosong maupun pejantan.

“Kesehatan ternak dipantau setiap hari. Tim kami secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kambing, termasuk penanganan luka, skabies atau kurap, serta berbagai gangguan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Untuk mendukung pengelolaan tersebut, peternakan dibagi menjadi dua tim, yakni tim operasional dan tim kesehatan hewan sehingga aspek produksi dan kesehatan dapat berjalan seimbang.

Target Komersialisasi dalam Dua hingga Tiga Tahun

Indra menegaskan Martabe Goat Farm merupakan bagian dari Martabe Social Enterprises yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Saat ini fokus utama program adalah memperkuat pembibitan dengan meningkatkan populasi ternak secara bertahap hingga mencapai jumlah yang optimal.

“Setelah populasi dan sistem pembibitan stabil, sekitar dua hingga tiga tahun ke depan hasil program ini direncanakan mulai dikomersialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Program tersebut nantinya dapat diwujudkan melalui penjualan indukan unggul, pendampingan peternak, pelatihan teknis, hingga pengembangan usaha peternakan masyarakat.

Menurutnya, program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang menetapkan Batang Toru dan Muara Batang Toru sebagai sentra peternakan.

“Kami berharap beberapa tahun ke depan masyarakat sudah bisa memperoleh indukan kambing unggul langsung di Batang Toru tanpa harus mencarinya ke daerah lain,” tambahnya.

Selain memperoleh ternak unggul, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan transfer teknologi agar mampu menerapkan pola pemeliharaan yang baik dan produktif.

Dengan sistem pemeliharaan berbasis riset, standar operasional yang jelas, dan pendampingan berkelanjutan, PTAR berharap tidak hanya populasi ternak yang berkembang, tetapi juga kemampuan beternak masyarakat meningkat sehingga berhasil menjadikan Batang Toru dan Muara Batang Toru sebagai sentra peternakan kambing terwujud secara nyata.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *