Tapanuli Selatan, Wartaterkini.id – Pekan Ekonomi Syariah dan Digital Tapanuli 2026 digelar sukses pada 8/10 Mei 2026 di Alaman Bolak, Padangsidimpuan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Sibolga bersama Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan berbagai pemangku kepentingan.
Mengusung tema “Sinergi Ekonomi Syariah dan Digitalisasi Daerah Guna Mendukung Akselerasi Pemulihan Ekonomi Regional”, kegiatan ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana melalui penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKSyar) serta digitalisasi sistem pembayaran.
Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, menyampaikan bahwa PESTA Tapanuli menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam mendorong peran ekonomi syariah dan digital untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan tiga strategi utama pengembangan EKSyar, yakni pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan asesmen, riset, dan edukasi.
“Dalam implementasinya di daerah, kami berupaya menjadi AIR, yakni akselerator, inisiator, dan regulator yang bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujar Riza, Senin (11/5/26).
Senada disampaikan Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, yang menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis memperkuat posisi daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Tapanuli.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, UMKM, pesantren, lembaga keuangan syariah, generasi muda, dan masyarakat.
Berbagai program strategis diluncurkan dalam kegiatan ini, di antaranya pembentukan tiga Desa Devisa komoditas kopi dan kemenyan bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, peluncuran program Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren, serta implementasi QRIS untuk pajak dan retribusi daerah.
Selama pelaksanaan kegiatan, sejumlah capaian strategis berhasil diraih. Di antaranya realisasi pembiayaan syariah UMKM sebesar Rp895 juta melalui business matching, penerimaan pajak dan retribusi daerah sebesar Rp43 juta, serta partisipasi 51 UMKM dalam pameran. Pasar murah yang digelar juga membantu stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Total pengunjung yang mengikuti rangkaian kegiatan edukasi, sosialisasi, dan festival mencapai lebih dari 10.700 orang. Sementara total transaksi penjualan dari seluruh booth UMKM menembus Rp1,2 miliar.
Selain itu, kegiatan turut dimeriahkan dengan festival kopi khas Tapanuli, berbagai perlombaan lintas generasi, serta peragaan modest fashion oleh jajaran pimpinan daerah dan perbankan sebagai upaya promosi wastra lokal.
Sebagai agenda tahunan, PESTA Tapanuli menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Syariah Regional yang diinisiasi Bank Indonesia untuk mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.
Ke depan, Bank Indonesia Sibolga bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi guna mengembangkan ekonomi syariah dan digitalisasi sistem pembayaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Tapanuli.(red)












