Tapanuli Tengah

Pemkab Tapteng Tetapkan Status Tanggap Darurat

868
×

Pemkab Tapteng Tetapkan Status Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini

Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Pemkab Tapanuli Tengah resmi tetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir untuk wilayah Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.

Keputusan ini berlaku selama 14 hari kedepan, terhitung sejak 27 September hingga 10 Oktober 2026.

Penetapan status darurat tersebut saat rapat di ruang cendrawasih, diputuskan oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, Rabu (30/9/26).

Langkah cepat ini diambil sebagai respon atas banjir susulan yang melanda kedua kecamatan tersebut pada Sabtu, 26 September 2026.

Bencana dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Padahal kondisi masih dalam pemulihan akibat pascabencana 25 November 2025 lalu masih meninggalkan trauma mendalam.

Dalam arahannya, Bupati Masinton menekankan pentingnya aksi cepat yang terintegrasi.

“Penanganan bencana harus berjalan secara gotong royong dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

“Tanggap darurat kita putuskan hari ini agar kita punya payung hukum dan bisa segera bergerak cepat di lapangan,” ujar Bupati Masinton.

Bupati juga mengingatkan fenomena cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi saat ini tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Sambungnya, sepanjang September ini, kabupaten/kota di Sumatra Utara, Aceh, hingga Sumatra Barat alami bencana serupa, termasuk banjir bandang yang sempat melumpuhkan aktivitas warga.

“Kondisi ini ujian bersama. Kuncinya adalah kebersamaan dan tidak saling menyalahkan,” katanya.

Bupati mengimbau, Pemkab hingga instansi vertikal adalah bekerja dan fokus demi satu tujuan membantu masyarakat Tapteng.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati merumuskan sejumlah instruksi teknis dan langkah konkret yang wajib ditindaklanjuti oleh dinas terkait beserta segenap tim satgas penanggulangan bencana.

“Penyiapan Lokasi dan Standar Operasional Pengungsian, Titik Evakuasi, kelengkapan fasilitas, Pembangunan akses transportasi sementara, Infrastruktur kelistrikan dan permukiman relokasi dan Sinergi logistik dan pemantauan cuaca, semua perlu disiapkan,” timpalnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *