Tapanuli Tengah, Wartaterkini.id – Pemkab Tapanuli Tengah melalui Dinas Pendidikan terus memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Perhatian tersebut dilaksanakan dengan semangat Sahata Saoloan kebersamaan, kesatuan langkah, dan gotong royong untuk memastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah, terutama pada saat menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.
Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, pada Kamis (24/9/2026) mengatakan, bencana tidak hanya berdampak pada rumah, fasilitas umum, dan kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak.
Dikatakan Johannes, kehilangan maupun kerusakan perlengkapan sekolah dapat menjadi hambatan bagi peserta didik untuk kembali belajar dengan nyaman dan penuh semangat.
Johannes Simanjuntak, menyampaikan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah ini merupakan bentuk nyata kepedulian Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Tapanuli Tengah bersama jajaran pemerintah daerah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.
“Bentuk kepedulian ini memastikan pendidikan anak korban bencana tetap berlanjut. Karena itu, Pemerintah Tapanuli Tengah hadir untuk memastikan bencana tidak boleh memutus harapan dan masa depan anak-anak Tapanuli Tengah,” tegas Johannes.
Ia lebih lanjut mengungkapkan, salah satu bentuk nyata kehadiran tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan alat dan perlengkapan sekolah bagi peserta didik terdampak bencana.
Bantuan ini bukan sekadar pemberian perlengkapan, tetapi merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan serta dukungan agar peserta didik dapat kembali mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Berdasarkan data penerima, bantuan ini menyasar peserta didik pada jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP dengan rincian sebagai berikut :
TK/PAUD Menjangkau 32 satuan pendidikan dengan total 425 peserta didik, SD menjangkau 104 satuan pendidikan dengan total 5.472 peserta didik dan SMP Menjangkau 45 satuan pendidikan dengan total 2.634 peserta didik.
Secara keseluruhan, sebanyak 8.531 peserta didik dari 181 satuan pendidikan menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan. Semangat Sahata Saoloan menjadi landasan untuk bergerak bersama.
“Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, memulihkan pendidikan, mengembalikan semangat belajar, dan menjaga masa depan generasi Tapanuli Tengah,”ujar Johannes.
Bagi Pemkab Tapanuli Tengah, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali apa yang rusak. Pemulihan juga berarti mengembalikan harapan, menghadirkan rasa aman, dan memastikan setiap anak tetap memperoleh haknya untuk belajar dan meraih cita-cita.
“Pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah hadir bukan hanya ketika keadaan baik-baik saja. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” timpal Johannes.(red)












