Tapanuli Tengah

Pesanan Perjodohan Warga Tiongkok Janjikan Hidup Bahagia dan Mewah

378
×

Pesanan Perjodohan Warga Tiongkok Janjikan Hidup Bahagia dan Mewah

Sebarkan artikel ini

WARTATERKINI.ID | TAPTENG – Belakangan heboh dan viral di Media Sosial (Facebook) soal dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang kini dugaan kasus itu masih dalam pemeriksaan di Imigrasi Sibolga dan berujung korban membuat pengaduan ke Polres Tapanuli Tengah.

Korban MZ (22 tahun) warga asal Kabupaten Kampar, Provinsi Riau ini mengatakan bermula bahwa perjodohan dirinya dengan LM WNA asal Tiongkok, bermula dikenalkan oleh warga sekampungnya bermarga Gea.

Menurut MZ, Gea yg merupakan satu domisili dengan dirinya mengenalkan warga tiongkok ini langsung ke orangtua MZ, sebelum menikah terlebih Gea selaku mak comblang ini memperlihatkan hasil foto warga tiongkok kepada kedua orang tua MZ.

Kemudian kata MZ pertama orangtuanya bingung kenapa? Orang Chinese mau dengan suku orang Nias. Namun Gea tetap meyakinkan bahwa warga Tiongkok ini benar mencari jodohnya.

“Satu kampung saya bermarga Gea ini terus meyakinkan orangtua saya, dia katakan anak ibu bakalan bahagia, hidup mewah jauh lebih baik dari yang sekarang. Dan orang tua saya pun tergiur. Kemudian orang tua saya meyakinkan saya untuk harus mau menerima perjodohan itu meski saya belum kenal siapa warga Tiongkok ini hanya sekedar lihat fotonya saja,” ucap MZ kepada awak media, Kamis (13/3/26).

Sebagai anak penurut MZ juga menerima hasil perjodohannya dengan warga tiongkok tersebut. “Ya saya terima perjodohan itu,” kata MZ.

Sejumlah wartawan bertanya? Terus setelah pernikahan itu, kenapa sampai sekarang sudah berimbas dilaporkan ke Polres Tapteng ?

Apa penyebab, kenapa sampai dibawa ke Tapteng?, Proses pernikahannya seperti apa? Dan, Apakah ada nikah secara agama, negara, atau hanya adat saja?

“Awal mulanya memang resepsi dilaksanakan, mungkin mamaku mikir dia bilang di Cina itu jauh jadi ya sekali seumur hidup soalnya pernikahan
ltu bukanlah pernikahan yang bukan main-main. Jadi dibuatlah resepsi pernikahan mewah malam itu, Jumat bertunangan Sabtu nya kami nikah,” ujarnya.

Lebih jauh MZ menceritakan dirinya dengan warga Tiongkok tersebut, sebelum tunangan MZ dibawa untuk di cek kesehatannya dan kemudian juga membelikan cincin untuk MZ. Usai pertunangan dengan warga tiongkok orangtua MZ diberikan uang sebesar 30 juta rupiah hingga berlanjut sampai ke hari pernikahan mereka.

Saat ditanya? Menikahnya apakah ada prosedur dari pemerintahan dibawa ke kantor agama atau ke gereja? MZ mengakui, pernikahannya hanya sekedar resepsi secara kekeluargaan dan diketahui orang desa setempat. Namun pernikahan mereka tidak tercatat di administrasi negara dan agama.

“Orangtua saya inikan sudah terima uang berupa mahar saya, dan mana mungkin dikembalikan sedangkan uangnya sudah terpakai sebagian sehingga resepsi pernikahan dilanjutkan,” ungkapnya.

Usai melakukan resepsi pernikahan, MZ dan warga tiongkok bergerak ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Tidak sampai disitu, dua warga tiongkok lainnya yg belum miliki pasangan akan melakukan hal yang sama dengan menikah di Tapteng, namun pernikahan itu gagal dilakukan sebab orangtua perempuan asal dari Tapteng tidak terima.

“Alasan orangtua dari perempuan asal Tapteng tidak ada pernikahan secepat itu dilakukan,” kata MZ menirukan pertemuan mereka saat itu.

Kemudian MZ, suaminya dan kedua warga Tiongkok lainnya sempat nginap di salah satu hotel yg ada di Kota Pandan. Tak lama petugas dari imigrasi Sibolga mengamankan ketiga warga Tiongkok dan MZ.

Hingga sampai saat ini ketiga warga Tiongkok masih dimintai keteranganya di imigrasi Sibolga sedangkan MZ melaporkan WNA asal Tiongkok ke Mapolres Tapanuli Tengah. Sementara hingga berita ini diterbitkan instansi terkait belum memberikan keterangan resminya.

Penulis: Benny
Editor: Ril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *