Tapanuli Selatan

Desa Garoga Nyaris Hilang, Pemprov Sumut Siapkan Lokasi Relokasi

646
×

Desa Garoga Nyaris Hilang, Pemprov Sumut Siapkan Lokasi Relokasi

Sebarkan artikel ini
Foto: Kondisi rumah warga Desa Garoga, Tapanuli Selatan.

WARTATERKINI.ID – TAPANULI SELATAN | Sudah 27 hari warga Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, bertahan di pengungsian pascabanjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025. Bencana tersebut menghancurkan hampir seluruh permukiman dan menewaskan sejumlah warga, membuat desa itu nyaris hilang dari peta.

Desa Garoga menjadi salah satu wilayah terdampak terparah. Kini hanya tersisa beberapa rumah, sementara kayu-kayu berukuran besar berserakan di sepanjang jalan desa. Banjir susulan dan luapan sungai menegaskan wilayah tersebut tidak lagi aman untuk dihuni.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu mengatakan, warga sempat ingin bertahan dan membangun kembali desa di lokasi semula. Namun setelah banjir susulan kembali terjadi, warga sepakat untuk direlokasi.

“Khusus warga Garoga, awalnya ingin bertahan. Tapi setelah menyaksikan banjir susulan dan sungai kembali meluap, mereka sepakat direlokasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tapsel telah berkoordinasi dengan PTPN IV dan menyepakati relokasi warga Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol ke lahan milik PTPN IV di Desa Sumuran, Kecamatan Batang Toru, seluas sekitar 15 hektare. Lokasi tersebut direncanakan menampung sekitar 700 kepala keluarga.

Selain itu, hunian tetap juga akan dibangun di lahan PTPN IV Regional I Kebun Hapesong Afdeling II, Desa Hapesong Baru, dengan rencana pembangunan 227 unit rumah melalui kerja sama dengan yayasan kemanusiaan dari Jakarta menggunakan skema pendanaan non-APBN.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution telah meninjau langsung lokasi relokasi dan memastikan lahan tersebut dinyatakan aman berdasarkan kajian Badan Geologi. Ia menegaskan warga Garoga menjadi prioritas pembangunan hunian tetap.

“Banyak rumah dan tanah warga Garoga yang hilang, bahkan berubah menjadi aliran sungai. Karena itu mereka kami prioritaskan,” ujar Bobby.

Selain Garoga, relokasi juga disiapkan bagi 186 kepala keluarga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, yang terdampak bencana tanah bergerak. Seluruh warga telah meninggalkan permukiman lama karena dinilai tidak lagi aman.

Secara keseluruhan, Pemprov Sumut merencanakan pembangunan 1.006 unit rumah bagi korban banjir bandang dan longsor di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara, guna mengurangi jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian.(redpel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *