Bincang Keluarga Inklusif (Bingkai) “Menuju Katana dengan 3M”

  • Whatsapp
banner 468x60

WartaTerkini.id – Jakarta, Virus corona telah menjangkit lebih dari 15 juta penduduk dunia sejak pertama kali dilaporkan muncul di Wuhan, China, pada Desember 2019 lalu. Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (diakses pada: https://covid19.go.id/ ), jumlah kasus covid di Indonesia bertambah sebanyak 4.056 kasus, sehingga total ada 311.176 kasus terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 236.437 dinyatakan sembuh, 11.374 dinyatakan meninggal dunia, dan 63.365 merupakan kasus aktif.

Salah satu alasan penyebaran virus corona terjadi sangat cepat adalah karena masih ada masyarakat yang belum menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Berdasarkan hasil survei
Badan Pusat Statistik terbaru, dari 90.967 responden, persentase responden menurut jenis kelamin
yang menyatakan sangat tidak mungkin dan tidak mungkin tertular covid-19 adalah sebanyak
16,9% untuk lelaki dan 17% untuk perempuan.

Kemudian persentase responden menurut kelompok umur dibagi menjadi 4 kelompok, diantaranya 120,2% untuk umur 17-30 tahun, 15,4% untuk umur 31-45 tahun, 16,2 % untuk umur 45-60 tahun, dan 17,4% untuk umur 60 tahun keatas.

Adapun persepsi kemungkinan tertular covid-19 menurut responden, adalah sekitar 12,5%
menyatakan tidak mungkin tertular dan 4,5% menyatakan sangat tidak mungkin tertular.

Sebanyak 17 dari 100 orang responden menyatakan bahwa sangat tidak mungkin atau tidak
mungkin terinfeksi/tertular covid-19.

Alasan yang paling banyak dikemukakan oleh para responden yang tidak menerapkan
protokol kesehatan adalah tidak adanya sanksi apabila mereka tidak menerapkan protokol
kesehatan.

Selain itu, tidak adanya kasus positif covid di daerah tempat tinggalnya membuat responden berpikir bahwa protokol kesehatan tidak begitu penting untuk dijalankan terutama oleh orang-orang yang tidak memiliki gejala dan tidak berada pada zona covid-19 atau biasa disebut dengan zona hijau.

Selain Covid-19, negara kita juga rawan bencana, terutama gempa besar. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang bencana dan pengurangan risiko bencana (PRB) menimbulkan banyak korban ketika terjadi bencana.

Gempa dapat terjadi setiap saat tanpa peringatan dan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Peningkatan ketangguhan diri sendiri dan keluarga dalam menghadapi bencana menjadi sangat penting untuk kita semua.

Dikutip dari Buku Panduan Hari Kesiapsiagaan Bencana (BNPB) tahun 2018 tentang penyintas gempa besar Hanshin Awaji, Jepang, ditemukan bahwa penentu korban bisa menyintas dari bencana besar adalah 34,9% diri sendiri, 31,9% dukungan keluarga, 28,1% Teman/tetangga,
2,60% orang lewat, 1,70% regu penolong dan 0,90% lain-lain. Data di atas menunjukkan pentingnya Keluarga bagi ketahanan diri seseorang.

Dalam upaya edukasi perubahan perilaku pada bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) pada 5-31 Oktober 2020, kami menggelar Bincang Keluarga Inklusi dengan tema : Menuju Keluarga Tangguh Bencana (Katana) dengan 3M”.

Berikut tujuannya :

  1. Meningkatkan efektivitas guru dan tenaga kependidikan dalam memfasilitasi Belajar Dari
    Rumah Menuju Katana dengan 3M.
  2. Meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap adaptasi kebiasaan baru.
  3. Meningkatkan kesadaran orangtua untuk mendidik anak-anak usia sekolah khususnya di zona merah terhadap protokol kesehatan.
  4. Menurunkan jumlah kasus Covid-19.

Keynote Speaker:
Ketua Edukasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Bapak Dr. Haris Iskandar.

Adapun Narasumber serta Pembahas yakni:
-Narasumber:

  1. Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Ibu Dra. Eny Supartini, MM
  2. Direktur Pendidikan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Bapak Dr. Praptono.
  • Pembahas:
    Pakar Pendidikan Inklusif, (Dr. Sowiyah).
    Penggerak Pendidikan Inklusif dan Ramah Anak, Kepala SMPN 28 Surabaya (Dr. Tri Woro Parnoningrum).

Untuk Moderatornya yaitu, Pembina Sigap Kerlip Indonesia, Yanti Sriyulianti

Adapun Penyelenggaranya yakni:
Rumah KerLiP yang bekerja sama dengan Asah Pena Indonesia, Kultur Metamorfosa Indonesia, BNPB, Kemendikbud, Kemenag, serta Satgas Covid-19.

Waktu Pelaksanaan:
Rabu, 14 Oktober 2020
09.00 s.d 12.00 WIB

Registrasi dapat dilakukan dengan mengisi tautan berikut:
http://bit.l/MenujuKatanadengan3M
Untuk informasi lebih lanjut: 0812-8830-1007 (Fitry).

By. Redaksi

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *